Softlenses vs Glasses

Filed under: Uncategorized — dindutz at 2:34 pm on Wednesday, January 31, 2007

Masalah mata seperti rabun jauh, rabun dekat, en silindris pastilah sangat menggangu. Tak pelak, dibutuhkan alat bantu untuk dapat melihat dengan jelas. Alat bantu itu dapat berupa kacamata or lensa kontak. Kedua alat bantu ini punya penggemar masing2.

Bagi sebagian orang kacamata dirasa kurang nyaman. Dari survey kecil2an yang pernah saya lakukan, ada berbagai alasan mengapa kacamata kurang disukai. Alasan yang paling dominan adalah kurang nyaman en malu. Dalam hal ini malu karena terlihat lebih culun. Padahal menurut saya, pada beberapa orang, kacamata justru membuat diri orang tersebut terkesan lebih berwibawa en ga culun sama sekali. Sebenarnya terlihat bagaimana kan juga tergantung penampilan si pemakai itu sendiri.

Sekarang terdapat berbagai model frame yang kaya ragam, warnanya pun sangat menarik. Peminatnya pun semakin banyak. Ada sebuah fenomena yang sungguh menarik. Pernah suatu saat banyak orang yang berlomba2 sengaja ingin memakai kacamata untuk tren, ya katanya sih biar keren, padahal matanya palingan cuma minus seperempat!

Seiring berjalannya waktu, lensa kontak mulai populer. Tidak sedikit yang beralih dari kacamata ke lensa kontak, alasannya demi kepraktisan. Memang sih kalo diliat lebih praktis, tapi kalo bagi saya sih ribet, ga bebas ngucek2 mata gt (emang ngapain coba saya ngucek2 mata.. :D). Kebersihan lensa kontak harus terjaga, coz bila kotor maka kumannya akan masuk ke mata dan bisa menyebabkan penyakit yang berbahaya. Saya pernah mendengar kalo lensa kontak bisa menyebabkan kanker. Itu cuma dengar2 yah, belum tentu kebenarannya seperti itu. Barangkali ada yang tau kebenarannya.. silahkan kasih komen yah, ya buat pengetahuan kita juga kan.

Kini, ada metode untuk menyembuhkan gangguan mata, namanya lasik. Tetapi hati2, lasik tidak bisa diterapkan pada semua orang, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Maka sebelum melakukan operasi lasik, harap berkonsultasi dulu. Siapa saja yang bisa operasi lasik pernah saya baca di suatu artikel, tapi maaf sekali saya tidak men-save-nya sehingga tidak bisa saya share di sini, ya karena saya juga lupa isinya.

Saya sendiri punya masalah dengan mata. Mata kanan saya minus en silindris, mata kiri saya minus. Saya memilih untuk menggunakan kacamata dibandingkan lensa kontak. Alasan saya, karena bagi saya lebih save! Saya tidak mengatakan kacamata lebih save dari pada lensa kontak loh, saya mengatakan bagi saya, itu pendapat pribadi. Ribet? Ya dalam beberapa kasus, misal saat hujan. Sekarang saya sudah jarang memakai kacamata, bukan karena mata saya sudah normal, tapi saya sudah terbiasa dengan meraba2, eits jangan negative thinking yah. Maksudnya, saya biasa melatih feeling, meski mata kita tidak baik melihat tapi kita masih punya mata hati kan.. hihihihihi (jadi serius gini yah). Jujur saja saya tidak bisa melihat wajah orang dengan jelas dari kejauhan, terutama bila di tanah lapang. Jarak pandangnya pendek sekali. Maka dari itu, lama kelamaan saya belajar mengenali orang bukan dari wajahnya tetapi dari gerak-gerik en cara berpakaiannya. Asyik juga loh ternyata.

Meski sudah jarang pake kacamata tapi kalo event2 penting tetap harus pake, misalnya saat kuliah, presentasi, ujian, en saat2 butuh baca tulisan. Wah kalo ga pake bisa salah baca saya, hehehehe. Oh ya, buat temen saya yang pernah mengeluh karena pake kacamata, saya pengen bilang kalo kamu tuh keren tau, so ga usah malu yah. Kalo ga percaya coba deh tanya ma semut2 dikostanmu.. hihihihi. Eh serius loh, saya jujur kok, kalo culun pasti saya bilang culun, tapi kamu tu ga culun sama sekali, apalagi dua kali (oups maaf garing). Buat temen2 semua yang punya masalah dengan mata, rajin2lah tiap pagi liat daun hijau. Itu terapi yang baik sekali. Tapi ati2 yah, saya ga nanggung loh matanya jadi ijo alias mata duitan.. :D