Let op lagee!

Filed under: Uncategorized — dindutz at 2:04 am on Monday, July 17, 2006

Tadi siang saya pergi ke suatu mall untuk memandikan kucing saya. Karena sedikit lama, saya liat2 baju dulu. Ketika akan naik eskalator, saya lihat didekat eskalator ada seorang Bapak memakai baju merah rapi dengan umur sekitar 35-40an. Tadinya dy sudah menginjakkan kaki di eskalator, kemudian dy melihat saya dan mengurungkan niatnya. Saya acuhkan Bapak itu, toch kita juga tidak saling kenal. Setelah naik, saya tengok ke belakang, ternyata Bapak tsb sudah naik dan berada beberapa anak eskalator di bawah saya.

Kemudian saya menuju ke toko pertama, sejenak saya melihat2 baju yang modelnya tidak begitu jelek tapi saya kurang suka. Saya mengalihkan pandangan saya ke luar dan saya lihat Bapak itu persis ada di depan toko yang saya kunjungi. Saat itu saya tidak menaruh rasa curiga apapun.

Karena di toko pertama tidak ada barang yang sesuai dengan keinginan saya, maka saya beralih ke toko berikutnya. Tidak lama saya berada di toko tersebut, karena barang2nya sangat tidak sesuai dengan selera saya. Ketika saya keluar dari toko, sedikit terkejut saya melihat Bapak itu ada persis di depan toko saya. What the h**l is he doing. Saat itu saya mulai merasa sesuatu yang tidak enak. Jarak toko pertama en kedua tidak terlalu dekat dan kenapa Bapak itu selalu berada di dekat saya.

Dengan perasaan yang tidak enak, saya melangkah melihat2 toko2 di mall tersebut. Kemudian saya melihat ada pakaian yang lucu sekali di salah satu toko, saya langsung masuk. Saya melihat baju2 di sana dengan perasaan senang, karena baju2nya GW BGT! Agak lama memang berada di toko itu. Saya kemudian mengambil satu baju yang kemudian saya jadikan bahan pertimbangan apakah jadi saya beli atau tidak. Setelah itu, saya melihat ke bagian2 lain dari toko tersebut, dan ketika saya membalikkan badan, saya kaget melihat Bapak tersebut juga persis di depan toko yang saya kunjungi. Dy melihat ke arah saya sambil tersenyum. Kali ini perasaan saya benar2 merasa tidak enak dan agak sedikit takut. Saya putuskan untuk memperlama diri di toko tersebut, karena saya takut dibuntuti seperti itu, terutama oleh pria yang umurnya 2 kali lipat dari umur saya.

Lama berlalu Bapak tsb tidak juga meninggalkan tempat dy berada. Saya lalu berbincang2 dengan SPG, saya katakan pada dy kalo saya dibuntuti oleh Bapak itu. Dy kemudian berkata: "biasa". Akhirnya dengan rasa sebal saya pandang tu Bapak tanpa menyunggingkan senyuman sedikit pun. Tak lama setelah itu saya tidak melihat Bapak itu lagi. Saya pikir, dy pasti bosan berdiri lama2 di sana.

Setelah barangnya dibayar, saya pun pergi meninggalkan toko. Ternyata, tau tidak, Bapak itu tidak pergi tapi sembungi di balik eskalator. D**n, mau dy apa si. Dengan rasa takut yang masih menggelayuti, saya tatap mata Bapak tersebut, kemudian dy tersenyum dan bergegas naik eskalator. Dalam hati kecil saya berkata: "alhamdulillah akhirnya". Saya juga ingin cepat2 turun lalu pulang. Tapi saya tunggu beberapa saat sampai saya yakin Bapak itu sudah benar2 tidak ada. Buat yang baca terutama ce, ati2 yah kalo jalan2 sendiri….