Slecht Weer

Filed under: Uncategorized — dindutz at 9:44 pm on Wednesday, January 25, 2006

Bogor kota hujan, kalo tiap hari hujan dah biasa bgt si. Tapi kalo hujannya dari pagi mpe malem, repot juga jadinya. Kayak gw ni dah beberapa hari keujanan mulu. Kalo cuma gerimis biasanya si males pake payung, ya pikir gw, ah cuma gerimis. Ga taunya kok malah jadi flu gini. Ga enak bgt rasanya kalo dah sakit. Kemana2 jadi males, nafsu makan turun (gpp si biar kurusan), pala jadi pusing. Banyak lah kerugian dari sakit. Well, kesehatan tu emang mahal bgt harganya.

What a terrible night

Filed under: Uncategorized — dindutz at 9:00 pm on Wednesday, January 25, 2006

Tadi malem sekitar jam 21.30 gw kedatangan tamu. Kira2 5 cowok gt. Sumpe atuuuuuuut bgt. Gmana ga atut, gw di rumah cuma ber2 ma Dewi. ternyata bokapnya Sri. Gw binun bgt, gmana ya, dah malem, ga da orang di rumah, kalo disuruh nunggu di depan pager juga ga enak. Ya udah gw bukain tu pager en suruh duduk di depan ajah. Mana salah satu dari co itu PM lageeeh. Y amplop gw kayak tersangka aja si, parno. Nah si bokapnya Sri tu nyariin dy. Ya mana gw tau, semenjak ga kerja di sini dy mang ga pernah ngasih kabar. Trus si PM nya nanya2 lagi ke gw.. Ih kayak diinterogasi aja. Akhirnya gw suruh Dewi buatin minum, ya biar melepas dinginnya malam yang mencekam :p. Setelah setengah jam berlalu akhirnya mereka mau minum juga en trus pamit ke tempat temennya Sri. Ya gw si bersyukur mereka cepet pulang, coz sumpe.. gw atuut anget!!!!! Dugh guyz plzzz dunk kalo bertamu ga bisa apa terangan dikit..

Obat Sariawan

Filed under: Uncategorized — dindutz at 7:47 am on Saturday, January 21, 2006

Ni ada beberapa cara mengobati sariawan:

-diolesi mentega
-tiap mau tidur diolesi kenalog + minum redoxon”
-pakai Obat Cina ‘lo han kuo infusion’
-kumur2 pakai enkasari & betadine
-Diolesin madu tapi tidak boleh sembarang minum madu, kalau salah malah makin panas dalam. Yang cocok itu cuma satu : madu bunga kapuk randu. Kalau yang lain seperti madu bunga lengkeng, mad bunga rambutan, dll malah ngga cocok. Selain untuk sariawan juga oke untuk radang tenggorokan.
bisa jadi karena pertanda mau sakit flu “minum Vit C yang 1000 mg supaya tidak jadi sakit flu pakai abotyl
-garam
-obat Cina ‘Pai Fung San’, setiap 2-3 jam sekali ditaburin ke
sariawannya.. apalagi kalau mau makan, ditaburin biar bibir juga lebih lemes dan gak sakit buat ngunyah.
-pakai odol enzim, kalau parah sekali bisa kumur bactidol, atau pake obat jamu hew fung san”
obat cina yang makainya disemprot, lupa namanya, belinya di toko “Bintang Selatan” di daerah Pancoran, Glodok
-minum air tomat
-minum Teh Bunga Teratai/Chyrantenum [buat panas dalem sangat manjur ]
-hindari stress dan kecapekan
-tumbugan “daun saga” yang warna buahnya hitam + merah itu
-tiap pagi minum air kacang hijau. (Kacang hijaunya tidak
direbus tapi cuma diseduh pakai air panas+gula sedikit, sampai airnya berwarna hijau baru diminum

-Buat temen gw yang lagi sariawan, met sembuh ya :p, selamat mencoba-

VCO yang menyehatkan

Filed under: Uncategorized — dindutz at 7:06 am on Saturday, January 14, 2006

Makin banyak orang yang ngeh akan tingginya manfaat minyak kelapa murni atau VCO bagi kesehatan.
Alhasil, berjualan “minyak perawan” ini pun makin menguntungkan.

Inilah produk hot item yang tengah menjulang di pasaran. Sempat tenggelam oleh berita heboh buah merah yang diyakini punya kandungan vitamin dan antioksidan sangat tinggi, lambat laun khasiat minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) kembali menjadi buah bibir.

Tentu saja heboh VCO ini bukan lantaran adanya kata virgin atawa perawan. Pertama, harga VCO yang sering juga disingkat virgin oil atau minyak perawan ini relatif murah, sekitar Rp 25.000 per botol isi 100 ml-120 ml. Bandingkan dengan harga sari buah merah yang mencapai Rp 125.000 per botol ukuran yang sama. Kedua, makin banyak pedagang yang menjual minyak kelapa murni sehingga memudahkan masyarakat membelinya. Coba saja tengok, saat ini makin banyak apotek, toko obat, ataupun agen dan distributor yang menawarkan minyak kelapa murni ini di seantero Indonesia.

Tak usah heran, seiring dengan makin banyaknya outlet penjualan minyak kelapa murni, makin licin pula uang yang meluncur masuk ke kantong para produsen maupun distributor. Agung Adiasa, produsen VCO di bawah bendera PT Arbaa Kifika, sukses menjual 10.000 botol ukuran 100 ml per bulan. Padahal, pemilik kebun kelapa seluas 25 ha di Lampung ini baru efektif memasarkan VCO sejak Maret lalu.

Ny. Herry Subandrio, seorang ibu rumah tangga, bisa menjual antara lima sampai sepuluh dos isi enam botol ukuran 150 ml setiap bulan. Ibu berusia 51 tahun ini mulai memasarkan minyak perawan merek Mentawai Vico tiga bulan
silam. Malah, Coconut Center di Yogyakarta setiap bulan mampu menjual rata-rata 10.000-15.000 botol ukuran 120 ml.

Mengandung gizi seperti ASI

Sesungguhnya VCO belum melalui uji klinis yang memadai dan terdaftar sebagai obat. Namun banyak orang percaya -setelah mendengar cerita dari mulut ke mulut serta berbagai penelitian di luar negeri- bahwa khasiat minyak kelapa murni ini sungguh dahsyat. Kalau dengar ucapan Arif Nur Wahyudi, Direktur Marketing Coconut Center, Yogyakarta, wow…, hebat banget kemampuan si VCO. “Sebagai antivirus, antibakteri, antijamur dan protozoa, mengatasi kolesterol, diabetes, dan hepatitis, bahkan untuk HIV AIDS juga sangat efektif,” kata Arif berpromosi.

Agung bilang, seperti halnya buah merah yang bukan obat, VCO termasuk jenis makanan yang berdampak preventif alias mencegah penyakit sekaligus meningkatkan daya tahan. Penderita penyakit pun cepat pulih kalau menenggak VCO. Sejauh penelitian yang sudah dilakukan, VCO yang oleh orang Malaysia disebut minyak kelapa dara ini mengandung asam laurat (lauric acid), zat antibodi yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit. “Apabila ibu mengonsumsi minyak kelapa, kadar asam laurat dalam air susunya meningkat sampai tiga kali
lipat,” ujar Agung.

Selain diminum langsung satu-dua sendok makan setiap hari untuk menjaga kebugaran, minyak kelapa ini juga dapat diolah menjadi produk-produk turunan. Contohnya sabun mandi, kosmetik, hingga semacam arak atau minuman beralkohol.

Belum ada standar kualitas dan mutu

Seiring dengan makin meningkatnya permintaan, makin banyak pula pemain yang terjun di bisnis VCO. Apalagi, melalui informasi dari mulut ke mulut serta penjelajahan (browsing) di internet, cukup banyak calon pembeli di luar negeri yang bersedia menampung minyak murni ini. Berbagai merek pun beredar di pasaran dari produsen yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara. Ada merek Mentawai Vico, Natural Virgin, Arbaa Kifika, dan Virgin Oil.

Namun, karena belum ada asosiasi serta perhatian yang cukup dari pemerintah terhadap tren minyak kelapa murni
ini, standar mutu produk pun berbeda-beda. Seharusnya, menurut standar internasional, kandungan asam laurat di
minyak kelapa murni ini minimal 25%. Kalau kandungannya kurang dari 25%, minyak ini relatif tak berkhasiat.

Nah, kalau banyak orang mulai tertarik membeli minyak kelapa murni tapi kualitasnya tak diawasi, akan muncul
produsen yang serampangan menjual VCO. Hal ini bisa mengakibatkan pembeli kecewa karena tak terbukti
manfaatnya. Ujung-ujungnya produsen lain yang terkena getahnya dan produknya ikut tak laku.
Jadi, sebelum bikin masyarakat kecewa, ada baiknya segera membentuk asosiasi. Atau meminta pemerintah ikut mengawasi peredaran VCO. Seperti halnya khasiat VCO, tak ada salahnya bertindak preventif, kan.

Cara Gampang Mengolah si Virgin

Yang dimaksud sebagai virgin oil adalah minyak kelapa yang diolah tanpa pemanasan atau dengan pemanasan terbatas, hingga minyak ini berwarna bening (jernih) dan beraroma khas kelapa. Bersamaan dengan minyak zaitun olive oil), minyak wijen (sesame oil), dan minyak tengkawang (tengkawang oil), virgin oil banyak diserap oleh industri farmasi dan kosmetik.

Minyak kelapa selama ini lebih banyak dikenal sebagai minyak goreng. Padahal, sebelum agroindustri CPO dari sawit merajai pasar minyak nabati dunia, minyak kelapa juga merupakan bahan baku industri kosmetik, terutama sabun mandi. Setelah CPO masuk ke pasar dunia, minyak kelapa sebagai minyak goreng maupun bahan baku industri farmasi langsung tersisih.

Secara sederhana, menurut pengamat agribisnis F. Rahardi, ada dua cara untuk menghasilkan minyak kelapa murni: proses panas dan dingin. Secara tradisional, masyarakat membuat minyak kelapa dari santan yang dipanaskan. Hasilnya adalah ampas kelapa, blendo atau blondo, dan minyak goreng. Kalau pemanasan santan ini dilakukan secara terbatas dengan suhu 60°-80° C, minyak yang dihasilkan akan jernih dan bisa dikategorikan sebagai
minyak kelapa murni. Kalau pemanasannya mencapai suhu di atas 100° C, hasil minyaknya akan berwarna kuning tua atau kecokelatan. Ini merupakan minyak goreng biasa yang tidak bisa dikategorikan sebagai minyak kelapa murni.

Adapun proses dingin itu dengan cara fermentasi. Caranya, parutan kelapa diberi ragi air ketam sawah (yuyu)
sebagai biang atau starter. Pada proses selanjutnya, biang ini bisa menggunakan adonan yang telah terfermentasi atau minyak kelapa murni hasil fermentasi yang sudah jadi. Adonan yang telah diberi biang disimpan selama semalam agar terjadi proses fermentasi. Paginya, adonan yang telah lunak dijemur antara dua sampai tiga hari penuh. VCO yang benar-benar bermutu tinggi dihasilkan dari proses fermentasi dengan enzim poligalakturonase, alfa amylase, protease, atau pektinase. Selain penggunaan enzim, fermentasi juga bisa dilakukan dengan bantuan bakteri sacharomyces cerevisiae. Caranya, daging buah kelapa diparut seperti biasa. Dalam volume besar, pemarutan dilakukan dengan mesin. Hasil parutan diambil santannya dengan cara dicampur air kelapa, diaduk-aduk, dan diperas atau dipres. Penggunaan air kelapa dimaksudkan untuk mempercepat proses penggumpalan santan. Setelah didiamkan semalaman, keesokan harinya dilakukan pemisahan antara protein kelapa atau blondo dengan minyak kelapa murni.

Menurut Arif Nur Wahyudi, Direktur Pemasaran Coconut Center, Yogyakarta, minyak kelapa yang dihasilkan dengan
proses dingin bisa bertahan sampai 20 tahun. “Enggak rusak strukturnya,” ujarnya. Namun, menurut Agung Adiasa,
produsen VCO berbendera PT Arbaa Kifika, paling banter minyak kelapa murni hasil proses dingin akan bertahan selama tiga tahun. Adapun bila melalui proses pemanasan, umurnya cuma dalam hitungan bulan, baunya sudah
tengik.

Harga minyak kelapa murni di pasar internasional paling rendah Rp 100.000/ kg. Kalau kualitas minyaknya cukup
baik, harganya bisa melambung sampai Rp 500.000/kg. Di pasaran lokal, harganya cukup bervariasi, sekitar Rp
25.000 per botol ukuran 100 ml-120 ml, atau Rp 25.000 per botol ukuran 250 ml, atau ada juga yang menawarkan Rp
30.000-Rp 35.000 per botol ukuran 150 ml.

sumber : Kontan No. 38, Thn IX, 27 Juni 2005
04-07-2005 07:50:49

Hard Day Ever!

Filed under: Uncategorized — dindutz at 6:15 am on Monday, January 9, 2006

—Dramaga Chapter 1—

Ujian jarkom tadi lupa rumus, soal uts. Tadi tu bener2 muter otak. Yang kepikiran saat ngerjain nomor satu tu bagaimana caranya supaya dapet tu E[N]. Padahal tu soal gampang bgt, nyesel si ga inget. Waktu pak Heru bilang tinggal 5 menit lagi, ouh Gosh, gambling deh jadinya. Seinget2 gw si ada rho nya gt. Ya udah gw ingetnya rho/1-rho. Itu juga ga pasti. trus tadi waktu dah selesai kayaknya Ratih lancar bgt tu… gw jadi kepikiran aja, jgn2 cuma gw yang lupa.. :-(
Setelah ujian gw harus buru2 nyelesain proposal penelitian. Ya dikejar waktu buat minta ttd, coz rabu dah harus dikumpul bwt mptp. Walaupun nilai bonus, tp kan ya lebih baik ada ttdnya. Rental di bateng pada tutup, gw ga suka rental di bara, penuh en judes2. Ya udah ke Yasmin deh, sapa tau mo skalian ngenet gt. Tnyata ga cukup waktunya bwt ngenet. Jam 13 dah janjian ma Pak Sugi bwt nyerahin proposal en saat itu gw masih utak-atik komputer di rental. Ya udah cpt2 deh diselesain. Dengan tergopoh2 gw lari2 kecil (kayak sai’ ajah) menuju ke kampus. Mo naek angkot tapi lagi pada ngetem di balio. Gw pikir lebih cepet gw nyampenya daripada nungguin tu angkot. Setelah sampe di depan TU gw baru sadar kalo gw salah ketik di lembar pengesahan. Padahal lembar itu yang paling ptg. Ga kebayang deh gw harus balik lagi ke rental buat benerin. Ya capeklah harus naikin anak2 tangga yang jumlahnya mendekati tak terhingga (hiperbola bgt sih gw :p). Akhirnya gw putusin bwt naik dulu ke level 7. Eh di sana dah ada Alfath ma Mulan. Tenyata Pak Sugi blm ada di kantornya, katanya si lagi di bawah. Langsung aja proposal gw titipin Alfath en gw benerin tu lembar pengesahan.

Berhubung bateng rentalnya lagi pada tutup, gw putusin ke bara aja, walaupun dengan sedikit berat hati. Trus gw ketemu Nia di di depan sebuah rental. Ya kita ngobrol2 bentar, hbs itu langsung deh gw masuk, don’t wanna wasting time. Hari ini gw ngrasa time is so importnant. Cepet deh gw ngebenerin en ngeprint lagi. Eh waktu di jalan ternyata gw lupa nulis tulisan Pembimbing I, Pembimbing II. Ya Allah hari ini tenaga gw bener2 terkuras. Tiba2 di sebelah kanan gw ada sinar cahaya terang yang bernama Tika. Untung deh gw liat dia di rental, coz kalo gw harus buka sepatu lagi rasanya capek. Tika baek bgt, dy mau nolongin gw ngedit en ngeprint.. Ya elah Tik, gw harus nraktir apa ni?? (lo ga baca kan, ntar gw ditagih lagi..hehehe).

Perjalan ke level 7 dimulai. Waktu gw naik tangga di level brapa ya, wups ga apal, Anak2 yang lain pada nyuruh ke bawah, katanya bapaknya lagi rapat di ruang sidang MIPA. Ketika itu nafas gw dah setengah2, sumpe deh capek bgt. Dicari2 akhirnya ketemu juga deh tempatnya, tapi kita ga ketemu bapaknya. Ya sudlah gpp, yang penting proposal dah dikasih en dpt ttd. Alhamdulillah………..
Ternyata ga cuma mpe disitu perjalan gw hari ini. Gw kan ttd cuma 1, en ternyata butuh 2 apa 3 plus buat kolokium. Tapi setelah gw pikir lagi, gpp lah buat kolokium bisa lusa or hari2 lain di minggu ini.

—End of Story of Dramaga Chapter 1—

—Baranang Siang Chapter 1—

Setelah urusan di Dramaga selesai, masih harus nyelesain yang di BS. Sekitar jam 15.30 gw bertolak ke kampus BS. Kira2 sejam kemudian gw nyampe di BS dengan kondisi cuaca hujan. Setiba di departemen, suasana gelap en tidak ada mahasiswa. Rupanya kegiatan belajar mengajar hari itu sudah selesai. Gw liat ada beberapa dosen yang masih ada di sana. Kondisi gw saat itu ngantuk berat en sedikit stress mikirin jarkom. Langsung deh gw keruangnnya Pak Panji nyerahin proposal plus lembar pengesahannya. Ga ketemu si ma beliau, tapi waktu itu dah bilang disuruh taro di mejanya aja. Setelah itu langsung deh gw menuju pulang. Ketika di jalan samping parkir ketemu deh ma Erna. Dy minta ditemenin ke kampus. Saat itu gw lagi suntuk en kayaknya gw perlu jalan2, so gw terima deh tawaran dy. Saat gw nungguin dy di teras samping departemen, gw keluarin deh tu contoh-contoh soal UTS jarkom. Gw bener2 penasaran ma jarkom. Waktu gw liat, oh meide.. semangat gw tumbuh lagi, stress gw ilang, u kow why?? Coz tnyata rumus gw bener.. yuppie… Ya Allah makasih Kau telah mencerahkan pemikiran hamba…

Jam telah menunjukkan pukul 17. Walaupun akhirnya gw merasa senang, tapi kok rasanya ada yang ganjil gt. Perasaan gw hari ini ada yang kurang. Oooh ternyata gw lupa makan. Saking sibuknya gw hari ini, jadi lupa tuh hobi ma satu itu. Tapi aneh deh gw ga ngrasa laper loh. Ya mungkin kalo lagi dalam tekanan kita jadi tidak merasa lapar kali yaaa?? Don’t know deh. Jam 17 lewat akhirnya gw ma Erna pulang. Tadinya si cuma hujan rintik2, eh pas mpe di tempat nyegat angkot, kok malah jadi deres. Tapi untung di BS banyak pohon gede yang umurnya udah ratusan tahun, jadi ga begitu basah kuyup. Erna dapet angkot duluan, ya 03 mah banyak. Setelah sekian lama baru deh gw dapet. 05 susah banget kalo dah sore. Rata2 penuh lagi kalo ada. Udah jarang, penuh lagi plus ujan juga. Hiks3x… Menderita ga si?? Tapi ga kok kan saat itu gw lagi hepi jadi ga kerasa lah penderitaannya.

—End Story of Baranang Siang Chapter 1—

Hari ini mang beraaaat bgt, tapi gw ngerasa enjoy. Like my motto: life is beautiful, so take it easy but not to easy. Maksudnya adalah: hidup ini indah. Jalani apa adanya saja, ga usah dibawa pusing. Tapi jangan sampe ngeremehin kehidupan indah yang telah diberikan Allah pada kita.

Let op! Bakso tikus

Filed under: Uncategorized — dindutz at 10:24 pm on Wednesday, January 4, 2006

Tilik ni penuturan seorang saksi:

Salah satu teman / operator di group saya hari Jumat dan Sabtu kemarin pingsan karena syok berat dikontrakanya , pasalnya adalah bukan karena ketakutan atau yang lainya melainkan karena menyaksikan pemandangan yang sangat menjijikkan dan usaha intimidasi.

Ceritanya saat itu Jum’at sore ia makan Baso di warung bakso “#####” atau yang lebih populer disebut “****” (sorry ya namanya gw sensor) letaknya di pintu masuk kawasan Jababeka ( belok kiri dan sebelah kiri jalan dari arah dalam kawasan ) saat itu mendapatkan pengalaman yang paling buruk .

Dimana sore itu saat ia makan baso , karena sesuatu dan lain hal ia harus cuci tangan, dan saat itu ia paksakan untuk cuci tangan ke belakang ( dapur ) dan pada saat itu akhwat tersebut terperanjat dan kaget bukan kepalang bercampur jijik karena melihat kepala tikus berjejer dimana badanya sedang di cincang , kontan saja ia menjerit sekuatnya namun tak bisa karena langsung di bekap seraya diintimidasi untuk tutup mulut dengan menawarkan uang Rp 500 ribu asalkan ia tidak menceritakan pengalaman yang ia alami ini pada orang lain.

Karena panik , takut dan jijik bercampur ia tak tahu harus berbuat apa ia langsung lari dan naik ankot ke kontrakanya di daerah sempu ( tak jauh dari samsat cikarang )

Sesampainya dirumah ia langsung pingsan hingga hari Sabtu kemarin, setelah siuman teman kontrakanya mencoba untuk mencari tahu mengapa ia begitu histeris hingga pingsan selama 2 hari, dengan badan masih lemah gemetar dengan lirih ia menceritakan kalau sewaktu ia akan cuci tangan ia melihat aktifitas pencincangan tikus besar ( tikus got kali ya…. ) yang sudah di bersihkan dari bulu bulunya. dan kontan saja teman sekontrakan yang waktu itu makan bakso bersamanya mual dan muntah karena tahu bakso yang ia makan kemungkinan adalah bakso Tikus !!

Sampai malam ini saat saya bertanya banyak tentang kasus ini operator saya tersebut sesekali masih ingin muntah karena manahan rasa mual dengan kebayang bakso yang ia makan adalah kemungkinan bakso tikus.Ini bukan cerita isapan jempol semata , tetapi nyata !!

dituturkan oleh:

Sofyan Hadisaputra
Quality Assurance Section
PT Panasonic Gobel Battery Indonesia

Mission Possible 1 Completed

Filed under: Uncategorized — dindutz at 6:40 am on Wednesday, January 4, 2006

Alhamdulillah akhirnya laporan PL gw di tanda tangani juga. Setelah sekian lama bermalas-malasan akhirnya selesai juga tugas yang satu ini. Tadi juga langsung dikasih nilai. Bapaknya baeeeeee bgt, kita bertiga dikasih nilai maksimal. Tugas gw tinggal jilid en ttd supervisor di lapangan. Yah setidaknya 1 tugas dah berkuranglah. Sekarang mo konsen ke proposal skripsi. Jum’at ini mo nemuin pak Panji si, hope everything will be alright. Gw ga enak bgt si blm pernah nemuin beliau. Selama ini gw terlalu konsen ke tugas-tugas kelompok, jadi kerjaan individu gw terbengkalai, sampai-sampai lupa deh ketemu pembimbing. Capek sebenernya pulang malem mulu dari darmaga. I just want a minute to breath…. Yang jelas minggu ini ga mau ngurusin yang laen selain kepentingan individu. Semua waktu yang dah lewat harus bisa dibalas.

Sebenernya ketika nyerahin laporan PL, gw sedikit merasa ga enak si ketika bapaknya bilang: “selesainya kapan, kok baru sekarang dikumpulin?”. Saat itu gw baru sadar, selama ini gw menghilang dari pembingmbing. Huff ternyata dah lama juga yah ga pernah nemuin beliau.. Now, stop working with oop, let start with my own task!