Vertigo

Filed under: Uncategorized — dindutz at 7:51 am on Wednesday, October 26, 2005

Serangan ”Vertigo” Itu seperti Apa?

Vertigo suatu istilah medis yang cukup akrab di telinga karena cukup banyak orang yang pernah mengalaminya. Namun, seperti apa sesungguhnya ”rasa” serangan vertigo itu? Seseorang yang mengalami serangan vertigo akan merasakan suatu sensasi berputar, disertai rasa mual serta takut membuka mata karena melihat dunia berputar, juga disertai dengan jalan yang sempoyongan. Apa sebenarnya vertigo ini?

VERTIGO adalah perasaan berputar atau berpusing yang merupakan suatu gejala, bukan suatu penyakit dimana penderita merasakan benda-benda di sekitarnya bergerak-gerak memutar atau bergerak naik-turun karena gangguan pada sistem keseimbangan. Beberapa istilah yang sering dikemukakan penderita untuk menggambarkan perasaan berputar tersebut adalah pusing, dalam bahasa Bali populer dengan sebutan ngelempuyeng, uyun, pungkat, atau meseriyut.

Vertigo bisa disebabkan faktor fisiologis, misalnya berputar yang berlebihan, saat bermain “Halilintar” di taman hiburan. Pun sering dialami para astronot ketika berada di luar angkasa, ketika melakukan gerakan, sehingga kepalanya ada di dasar lantai pesawat — padahal bila dilakukan di bumi dia tidak merasakan sensasi ini. Terjadinya vertigo ini bukan oleh suatu kelainan, tetapi justru oleh tidak adanya gaya gravitasi. Vertigo fisiologis ini lebih dikenal dengan istilah motion sickness.

Pada kasus vertigo patologis, ada yang bisa diketahui penyebabnya dan ada yang belum diketahui. Pada penelitian tahun 1990 s.d. 1995 di bagian THT FKUI RSUPNCM diketahui, dari 780 pasien vertigo yang tidak diketahui sebabnya adalah 122 (15,6%). Dari pasien yang diketahui sebabnya yaitu 658 pasien, terdapat 62 pasien (7,9%) disebabkan oleh kelainan sentral, sedangkan 596 pasien (76,3%) merupakan kelainan perifer.

Vertigo perifer terbagi atas dua macam yaitu vertigo spontan dan vertigo posisi, vertigo spontan disebabkan dari penyakitnya langsung yang merangsang syaraf sistem keseimbangan seperti infeksi, trauma. Syaraf sistem keseimbangan juga sensitif terhadap kekurangan oksigen yang dapat mencetuskan terjadinya vertigo.

Pada keadaan tekanan darah yang tinggi atau terlalu rendah dan telah terjadi pengapuran pada pembuluh darah, maka akan terjadi suplai darah yang berbeda antara pembuluh darah kiri dan kanan yang menuju ke sistem keseimbangan, hal inipun akan merangsang terjadinya vertigo. Di samping gangguan oksigenasi, vertigo juga disebabkan perubahan kadar gula dalam darah yang mendadak.

Vertigo posisi terjadi karena perubahan posisi kepala. Vertigo inipun terbagi atas dua macam. Pertama, vertigo yang disebabkan kotoran (debris) yang melekat pada salah satu sistem keseimbangan dalam liang (kupula). Bila terjadi perubahan posisi kepala, maka kotoran akan membengkokkan kupula tersebut sehingga tercetuslah vertigo.

Kedua, vertigo oleh karena perangsangan dari sistem tulang belakang bagian leher (vertebra cervical), dimana suplai darah menuju sistem keseimbangan dalam liang telinga 80% berasal dari arteri tulang belakang kiri dan kanan. Jika ada penekanan terhadap arteri vertebralis tersebut, maka suplai darah menuju ke sistem keseimbangan menjadi berkurang. Penekanan arteri ini terjadi bila kita memutar leher. Terjadinya vertigo ini, selain penekanan pada leher, juga karena terjadinya pengapuran pembuluh darah arteri yang menuju sistem keseimbangan dengan derajat yang berbeda antara kiri dan kanan.

Pengobatan
Pengobatan vertigo hendaknya disesuaikan dengan penyebabnya. Pengobatan bisa terdiri dari medikamentosa dan/atau tindakan. Medikamentosa berupa obat-obat anti-vertigo, obat-obat antimuntah.

Untuk vertigo debris, dilakukan tindakan khusus dengan menggunakan vibrator yang memberikan getaran tertentu di daerah kepala sehingga kotoran yang melekat pada sistem keseimbangan menjadi lepas atau hancur. Tindakan yang lain adalah fisioterapi pada daerah leher atau operasi pada tulang leher yang mengalami penekanan.

dr. ib kt. suriadi